Sore ini aku dengerin perbincangan di radio, ada seorang bapak yang mengatakan dengan sungguh-sungguh bahwa  Caleg itu adalah Pahlawan Politik, wihhhh baru sekali ini aku denger istilah dan pendapat seperti ini. Boleh juga kita simak penuturan selanjutnya

Jadi pendapat si bapak itu adalah, Caleg itu sudah banyak berkorban antara lain :

  • Pertama, mau dan berani mencalonkan diri menjadi Caleg harus dihargai sebagai sebuah pengorbanan, karena tidak semua orang mau maju menjadi Caleg

(RED. mmm masih agak kurang nyambung, apakah ini bisa disebut pengorbanan? toh dia gak nyaleg juga gak papa.  Ada gak sih orang yang dipaksa-paksa nyaleg?? terus disuruh bayar dalam jumlah besar?? kalo ada yang seperti itu termasuk tindak pidana pemaksaan dan pemerasan kali ya…??)

  • Kedua, mau dan mampu mengeluarkan begitu banyak dana untuk pencalegannya, merupakan pengorbanan yang sangat besar bagi mereka

(RED. Dengan membayar jumlah besar aja rasanya sudah nggak masuk akal kalo orang mau ndaftar tanpa ada latar belakang apa2, minimal latar belakang mencari pekerjaan deh kayanya, dan dananya nanti harus kembali )

  • Di India, Caleg didukung penuh oleh rakyat bahkan dananya disumbang oleh masyarakatnya, tapi di Indonesia Caleg harus membayar dengan jumlah yang cukup besar dengan uangnya sendiri

(RED. Disitulah letak perbedaan mendasarnya, di sana caleg memang didukung rakyatnya karena memang pilihan yang layak diperjuangkan termasuk dengan memberi dukungan baik materi maupun bentuk lainnya. Lha disini kenal juga nggak.  Nggak ada ide, visi dan misi, uangnya lebih banyak digunakan untuk mencetak brosur yang nantinya akan “nyampah” pada masa tenang)

Kalimat selanjutnya : “Untuk itu janganlah para Caleg itu dibilang narsis, tapi harus kita dukung dan perhatikan, apalagi setelah gagal menjadi anggota legislatif”

Begitu katanya …

Di akhir kalimatnya si Bapak berkata, bahwa dia sendiri juga Caleg, tapi dia gak ngeluarin begitu banyak dana untuk pencalegannya heuheuheu…pantesan pembelaaannya daleemm banget

====

Yah namanya juga negara demokrasi, boleh-boleh aja berpendapat, apalagi untuk membela kepentingannya.  Yang jelas semua sudah berlalu, banyak sekali hikmah yang bisa dipetik oleh semua orang.

  • Jangan terlalu PD, karena tidak ada manusia yang sempurna, kesempurnaan hanyalah milik Allah
  • Ketulusan adalah hal yang sangat penting dalam berbuat sesuatu, sehingga bila menghadapi kegagalan atas usaha tidak akan sakit, kan udah tulusss…..yang ini harus belajar dari anak-anak…..yang belum paham tentang politik dan trick kehidupan
  • Sesuatu yang penting buat seseorang belum tentu dianggap penting buat orang lain, karena semua orang hidup punya prioritas kepentingan yang berbeda-beda
  • Kembalikan semua urusan -yang tidak bisa diselesaikan sendiri dan terasa tidak masuk akal- kepada Allah, maka hati akan menjadi lebih tenang

Untuk para ex Caleg saya pribadi mohon maaf bila selama ini sudah mengatakan narsis banget, karena memang yang tampak seperti itu (sisi baik lain tidak ditampakkan mereka).  Semoga apapun hasilnya bisa diterima dengan ikhlas, ikhls dan ikhlas :)