Kemarin aku kedatangan tamu rekans satu Divisi tapi ngantor di Jakarta. Selepas jam kerja sambil menemani beliau menunggu jam berangkat ke bandara, kita ngobrol-ngobrol ngalor ngidul dan sampai pada wirausaha (emang aku pancing-pancing sih ;)))

Rekansku itu ternyata memiliki usaha yaitu pertanian jamur tiram…

tiram

Ah jadi ingat beberapa tahun lalu, aku pengen bikin usaha yang serupa setelah pada suatu hari ketemu seorang bapak di BPN yang sama-sama ngurus sertifikat rumah. Bapak itu punya pertanian jamur dan diklat perjamuran. Waktu itu sebenernya kita mau mencari orang yang bisa diikutkan training tapi gak ketemu, ya sudah deh lewattt

Oya rekansku itu bahagia banget bisa punya usaha itu, karena dia bisa membuka lapangan kerja buat orang di sekitarnya, bisa mengajari mereka beberapa hal baru, dan yang lebih penting lagi nambah saudara. Meskipun gaji tidak begitu besar, orang-orang tersebut sangat loyal dalam membantunya. Jadi terharu

Ngomong tentang jamurnya sendiri, waktu aku kecil di kampungku di kaki Gunung Lawu, halaman rumah kami cukup luas jadi ada pohon besar tumbuh disana. Yang aku ingat pohon jambu biji dan blimbing yang udah gedeeee bangetttt. Nah kalo musim hujan tiba, dibawahnya suka muncul si jamur tiram itu. Biasanya kita amati beberapa hari trus dipetik deh. Meskipun jamur liar, karena sudah tau ndak beracun ya kita masak dan makan deh. Enak lho..rasanya kaya daging ayam. Meskipun cuma dibumbui ala kadarnya (air garam, bawang putih, ketumbar), rasanya udah enak banget. Gak taunya sekarang udah banyak di super dan hyper market

Dan setelah aku search di internet, ternyata khasiatnya juga banyak euy.. diantaranya untuk menurunkan kolesterol. Jarang-jarang kan ada makanan enak gurih tapi berkhasiat spt itu.

Info dari Kompas

Jamur Tiram untuk Antikolesterol..!
Khasiat jamur bagi kesehatan tubuh memang terbukti. Selain mengandung berbagai macam asam amino essensial, lemak, mineral, dan vitamin, juga terdapat zat penting yang berpengaruh terhadap aspek medis. Sejak berabad-abad lalu, jamur sudah menjadi makanan istimewa sehingga banyak orang menjadi penggemar.

Sudah turun-temurun masyarakat Jepang dan Cina melengkapi menu dengan jamur. Bukan saja kelezatan rasa, tetapi juga tinggi nilai gizinya. Orang Yunani kuno percaya, makan jamur menyebabkan seseorang menjadi lebih kuat dan sehat. Hasilnya mereka lebih kuat, berani dan perkasa. Firaun, Raja Mesir yang terkenal sangat keji, penghobi berat makan jamur. Saking istimewanya, raja itu menyebut jamur sebagai makanan para dewa.

Saat ini beberapa jamur digunakan sebagai obat untuk melawan kolesterol, kanker, dan AIDS. Senyawa aktif jamur yang terkandung dikabarkan dapat sebagai antijamur, antibakteri, dan antivirus dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat membunuh serangga dan nematoda. Pada tahun 1960, para peneliti berhasil menemukan pengaruh beberapa jamur sebagai antitumor. Komponen aktif yang dimaksud adalah polysaccharida, dan khususnya adalah Beta - D - Glucans. Sebagai standardisasi produk dari jamur tiram (Plurotus ostreatus dan P. eryngii) disebut Plovastin yang dipasaran sebagai suplemen penurun kolesterol. Komponen aktif dari Plovastin adalah statin, secara baik menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia (Itzkovich, 2001).

Hasil dari penelitian Bobek (1999) dari Research Institute of Nutrition Bratislava tentang “Natural products with hypolipemic and anti oxidant effect”. Telah dilakukan studi pada sebuah grup dengan 57 laki-laki: perempuan = 1:1, usia setengah umur, dengan kasus hyperlipoproteinemia. Selama satu bulan mereka mengonsumsi 10 gram jamur tiram secara teratur. Kesimpulan, secara statistik sangat menjanjikan, yakni kolesterol dan serum turun 12,6 persen dan triglycerol turun 27,2 persen. Jamur tiram juga mempunyai efek antioksidan dengan turunnya hasil peroksidasi di dalam eritrosit.

Kandungan Jamur Tiram

Para peneliti dari Ujagar Group (India) menyampaikan, bahwa jamur tiram memiliki nilai nutrisi yang sangat bagus dengan alasan: 100 persen sayuran dan bersih; mengandung protein tinggi dan kaya vitamin-mineral; rendah karbohidrat, lemak dan kalori; bagus untuk liver, pasien diabetes, dan menurunkan berat badan; berserat tinggi membantu pencernaan; antiviral dan antikanker; mudah memasaknya dan mudah dicerna; dan jamur tiram merupakan jamur yang paling enak rasanya dibanding jamur pangan lainnya.yah.. semoga informasi hasil penelitian tersebut benar adanya ya

Ok Deh…bagaimana dengan jamur-jamur yang lain ???
[tidak termasuk jamur kulit, panu, dan kadas lho yaaa :P]