Rahasia Allah

28 May 2009 In: Mamamia

Rahasia Allah selalu membuat surprised.  Di saat kami fokus pada persiapan fisik & mental untuk menjalani rukun Islam yang ke-5, ternyata Allah memutuskan hal lain terjadi.

Beberapa minggu ini, aku terpaksa libur dari senam aerobik, karena merasa nggak enak body (kaya mau M :”>), biasanya memang kondisi seperti ini akan berlangsung selama 2 minggu saja, yaitu ketika musim subur berlalu.

Lha ini sudah lewat 3 minggu kok gak keluar-keluar?  dalam hati agak kesel juga, karena gak bisa senam, yang niatnya sebagai pengganti jalan pagi demi menguatkan kaki dan jantung untuk persiapan haji.

Hari Rabu seharusnya ada jadwal senam, karena penasaran ya udah deh ngetest dulu biar senamnya tenang….dan dueeeengggggg …..lho kok 2 garis? ah salah paling, ditinggal shalat subuh dulu deh

Habis shalat subuh, si ayah ke kamar mandi langsung teriak (padahal lagi kebelet tuh hihihihi)

Ternyata memang 2 garis …. bingung tapi seneng, alhamdulillah….semoga surprised dari Allah ini segera bisa dipetik hikmahnya, sehingga bisa legawa dalam menjalani hari ke depan, haji atau hamil.

Aneh ya…begitu tau positif gitu, badan rasanya jadi aneh, perasaan agak mual, padahal beda cuma sehari..kemarinnya baik-baik saja lho.  Jadi ingat hamil pertama dulu

Btw, hari selasa ada yang aneh, ada 2 orang yang YM nanyain tentang hamil…Bimo dan Caca….

Ya bgitu deh ceritanya, smoga aja Allah berkenan memberikan yang terbaik buat kami, bila memang diberi amanah untuk hamil lagi, semoga diberi kesehatan pada kami.

Terpaksa, suami pergi haji berdua sama mami, rencananya kita mau nganternya berdua … karena kalo pas ada zona yang kaum wanita dan pria gak boleh gabung daku masih bisa menemani beliau. 

 

Rabbi habli minashshalihin…

Lokasi = Jodoh

14 May 2009 In: Catatan, Mamamia

Ya lokasi menentukan prestasi

Selain berlaku di dunia per-sekolahan saat ujian,  kalimat tersebut juga sangat berlaku untuk dunia perniagaan.

Rencananya, daku bersama seorang kawan akan mencoba memulai usaha kecil2an, membeli frenchise sebuah produk.  Sejak sebulan yang lalu, sudah mulai hunting lokasi, lokasi dan lokasi.  Jalan-jalan tiap weekend untuk mengamati lokasi, dan temenku juga mulai masuk ke berbagai tempat untuk penjajagan.  Nggak ada yang tembusss….kesel tapi tetap semangat

Pas suatu hari kita agak lebih fresh, nemu tempat yang bagus, dekat, rame dan beberapa hal positif lainnya, dan segera saja kita hubungi pemiliknya…. dan deal…wah kalo jodoh memang seperti ini rasanya, mudah sekali urusannya :)) alhamdulillah

Ehhh ternyata tak semudah itu bisnis segera bisa berjalan, dari sisi pemegang waralaba kurang berkenan terkait lokasi tsb. karena terlalu dekat dengan yang lain.  Wah padahal yag lain bener-bener kita gak pernah tau, lihat pun gak pernah karena gak jelas alias tersembunyi banget.  Tapi untuk menjaga perasaan orang lain yah sudahlah…buyarlah semua, malam itu agak sebel rasanya…..karena udah nego-nego gak dikasih juga

Tapi alhamdulillah kita gak patah semangat, dan mencari alternatif lain, karena sewa tempat bagus sudah di tangan…..bismillah kita akan segera coba produk lain disitu mulai bulan depan, semoga lancar amiinn

Caleg = Pahlawan Politik ?

23 Apr 2009 In: Catatan

Sore ini aku dengerin perbincangan di radio, ada seorang bapak yang mengatakan dengan sungguh-sungguh bahwa  Caleg itu adalah Pahlawan Politik, wihhhh baru sekali ini aku denger istilah dan pendapat seperti ini. Boleh juga kita simak penuturan selanjutnya

Jadi pendapat si bapak itu adalah, Caleg itu sudah banyak berkorban antara lain :

  • Pertama, mau dan berani mencalonkan diri menjadi Caleg harus dihargai sebagai sebuah pengorbanan, karena tidak semua orang mau maju menjadi Caleg

(RED. mmm masih agak kurang nyambung, apakah ini bisa disebut pengorbanan? toh dia gak nyaleg juga gak papa.  Ada gak sih orang yang dipaksa-paksa nyaleg?? terus disuruh bayar dalam jumlah besar?? kalo ada yang seperti itu termasuk tindak pidana pemaksaan dan pemerasan kali ya…??)

  • Kedua, mau dan mampu mengeluarkan begitu banyak dana untuk pencalegannya, merupakan pengorbanan yang sangat besar bagi mereka

(RED. Dengan membayar jumlah besar aja rasanya sudah nggak masuk akal kalo orang mau ndaftar tanpa ada latar belakang apa2, minimal latar belakang mencari pekerjaan deh kayanya, dan dananya nanti harus kembali )

  • Di India, Caleg didukung penuh oleh rakyat bahkan dananya disumbang oleh masyarakatnya, tapi di Indonesia Caleg harus membayar dengan jumlah yang cukup besar dengan uangnya sendiri

(RED. Disitulah letak perbedaan mendasarnya, di sana caleg memang didukung rakyatnya karena memang pilihan yang layak diperjuangkan termasuk dengan memberi dukungan baik materi maupun bentuk lainnya. Lha disini kenal juga nggak.  Nggak ada ide, visi dan misi, uangnya lebih banyak digunakan untuk mencetak brosur yang nantinya akan “nyampah” pada masa tenang)

Kalimat selanjutnya : “Untuk itu janganlah para Caleg itu dibilang narsis, tapi harus kita dukung dan perhatikan, apalagi setelah gagal menjadi anggota legislatif”

Begitu katanya …

Di akhir kalimatnya si Bapak berkata, bahwa dia sendiri juga Caleg, tapi dia gak ngeluarin begitu banyak dana untuk pencalegannya heuheuheu…pantesan pembelaaannya daleemm banget

====

Yah namanya juga negara demokrasi, boleh-boleh aja berpendapat, apalagi untuk membela kepentingannya.  Yang jelas semua sudah berlalu, banyak sekali hikmah yang bisa dipetik oleh semua orang.

  • Jangan terlalu PD, karena tidak ada manusia yang sempurna, kesempurnaan hanyalah milik Allah
  • Ketulusan adalah hal yang sangat penting dalam berbuat sesuatu, sehingga bila menghadapi kegagalan atas usaha tidak akan sakit, kan udah tulusss…..yang ini harus belajar dari anak-anak…..yang belum paham tentang politik dan trick kehidupan
  • Sesuatu yang penting buat seseorang belum tentu dianggap penting buat orang lain, karena semua orang hidup punya prioritas kepentingan yang berbeda-beda
  • Kembalikan semua urusan -yang tidak bisa diselesaikan sendiri dan terasa tidak masuk akal- kepada Allah, maka hati akan menjadi lebih tenang

Untuk para ex Caleg saya pribadi mohon maaf bila selama ini sudah mengatakan narsis banget, karena memang yang tampak seperti itu (sisi baik lain tidak ditampakkan mereka).  Semoga apapun hasilnya bisa diterima dengan ikhlas, ikhls dan ikhlas :)

Terlanjur Cinta

22 Apr 2009 In: Mamamia, Songs

Hari ini kayanya banyak pengunjung di blog laguku yang nyari lagunya Rossa - Pasha (Ungu) “terlanjur cinta”, ada apa ya? Apa pada punya love story yang pas dengan lagu itu? Atau karena memang lagi nge-hiat aja.  Pengunjung lagu itu banyak yang dari negeri tetangga, Singapore dan Malaysia.

Sejak punya blog itu, aku jadi terpaksa update lagu-lagu baru deh.  Suka nyatetin lagu yang muncul di acara tv, cari sourcenya dan tak lupa teksnya.  Pas ada kesempatan upload dan update.  Habis gitu, ngecek ada yang suka gak. Hehehe namanya juga newbie, masih excited kalo ada pengunjung yang nyari lagu di search engine trus nyasar ke blog kita.  Apalagi lagu yang baru aja kita upload, hehehe girangnya bukan main deh.

Eniwei, tentang lagu terlanjur cinta, pesan buat para penggemar lagu, terutama lagunya Rossa, kalo nyanyi jangan terlalu dihayati yah.  Jangan terlalu dibawa perasaan, apalgi kalo pas nyanyi di kamar mandi duuuhhh Knapa pesanku demikian??

Karena kalo nyanyinya terlalu dihayati syairnya, bisa jadi kaya doa, yang nanti dikabulkan.  Lha kalo lagunya kaya lagu Rossa yang isinya tentang putus cinta, pengkhianatan, dan penderitaan akibat rasa cinta semua itu gimana???  bisa gawat toh???

Jadi kalo dengerin lagu ya biasa-biasa aja deh, buat mengisi waktu luang, hiburan nada-nada daripada sepi aja.  Karena lagu bisa menghanyutkan suasana, membuat kita terbawa perasaan, dan bisa mengubah perasaan dan suasana.

lagi-lagi cerita blog ini gak begitu nyambung dengan judulnya.  Biar nyambung dikasih lagunya Rsosa aja deh, plus syairnya, biar kalo mau senandung gak salah-salah amat syairnya.  Untuk lagu-lagu lain bisa dilihat di Blog Laguku ya.

Terlanjur Cinta - Rossa feat. Pasha (Ungu)
waktu bergulir lambat
merantai langkah perjalanan kita
berjuta cerita terukir dalam
menjadi sebuah dilema

mengertikah engkau
perasaanku tak terhapuskan

malam menangis
tetes embun membasahi mata hatiku
mencoba bertahan di atas puing-puing
cinta yang tlah rapuh

apa yang ku genggam
tak mudah untuk aku lepaskan

reff:
aku terlanjur cinta kepadamu
dan tlah kuberikan seluruh hatiku
tapi mengapa baru kini kau pertanyakan cintaku

aku pun tak mengerti yang terjadi
apa salah dan kurang ku padamu
kini terlambat sudah untuk dipersalahkan
karna sekali cinta, aku tetap cinta

mencoba bertahan di atas puing-puing
cinta yang tlah rapuh

apa yang ku genggam
tak mudah untuk aku lepaskan

repeat reff

Eneg Caleg

5 Apr 2009 In: Catatan

Sepanjang jalan dipenuhi foto-foto narsis para caleg yang sama sekali gak kenal.  Makin hari makin bertambah.  Ada yang baru, ada yang muka lama pose baru, ukuran baru dan warna poster yang lain.  Hiiiiii….apa gak ngerasa ya foto mereka merusak pemandangan alam.  Brapa duit yang dihabiskan untuk membuat, menyebar dan menempel poster itu? Knapa gak dipake buat kegiatan yang real, yang bener-2 membuat kita kenal siapa dia? Kenal seperti apa dia?

Gimana mo milih hanya dengan melihat foto narsisnya?  Gak ada info visi misi, gak ada info kerjaannya apa, pendidikannya apa, tapi semua gelar dipajang, makin panjang makin bangga.  Semoga aja gelarnya karena beneran sekolahnya

Ada lho caleg yang dari iklannya sudah menunjukkan betapa tidak konsistennya dia.  Seorang ibu yang cantik.  Dia pasang spanduk besar-besar karena dia merupakan caleg DPR-RI, udah banyak uang dong tentunya.  Setiap spanduknya, selalu mencantumkan 2 namanya.  Lha 1 orang pake 2 nama, jangan-jangan KTP nya dua? Jangan-2 bermuka dua? please deh bu….yang bener yang mana?  Yang bikin geli lagi, kalo di spanduk fotonya pake jilbab/kerudung, kalo di koran yang udah beberapa hari ini dia selalu muncul (gilee duitnya banyak benerrrrr) dia tampil tanpa kerudungnya, bahkan dengan rambutnya yang blow ikal keluaran salon gitu.  Kira-kira yang seperti ini nanti bisa konsisten gak ya memperjuangkan nasib rakyat?????  Semoga beliau tidak terpilih nanti :D:D:D

Ada juga yang lucu, ibu-ibu juga.  Caleg yang ini pas awal-awal masa kampanye udah majang banyak fotonya dimana-mana.  Fotonya polosss banget, tanpa permainan dan modifikasi.  Sampe brapa lama gitu deh fotonya dipajang di beberapa lokasi.  Begitu mulai muncul caleg-caleg lain mejeng foto yang pada cakep-cakep dan mulus-mulus, foto dia -mungkin malu kali yaaaa- ikutan diganti juga, dengan foto yang lebih rapi, lebih cantik, dan lebih mulusssss wajahnya.   Sorry ya bu…kita udah kadung liat aslinya….hahaha

Dalam hati selalu berharap, ada caleg yang benar-benar tulus, mau mengabdi, menjadi suara rakyat yang mendukungnya.  Tentunya dengan gaji yang sangat besar, sekitar 700jt/tahun (th 2007 sumber www.kabarinews.com) sudah sepantasnyalah mereka bekerja tulus.

Namun apa, yang tejadi selama ini kita lihat banyak berita yang membuat hati seperti dikompori, panas, melihat ulah mereka.  Nggak semua sih, tapi banyak. Nggak di tingkat 2, tingkat 1 maupun tingkat o alias dpr-ri.

Untuk pembebasan kawasan hutan yang dilindungi hanya untuk kepentingan beberapa gelintir orang saja, anggota dpr mau menerima suap.  Betapa bodohnya, sudahlah suap itu haram, memalukan, apakah dia nggak tau fungsi perlindungan kawasan tsb. untuk apa??

Nggak cuma kejahatan besar yang merugikan banyak orang dan keturunan-keturunan kita, banyak juga anggota dewan ketangkep nyabu, berbuat mesum, berjudi, dan kasus-kasus memalukan lainnya (semoga kami terhindar dari hal-hal yang seperti ini)

Yang paling segar dalam ingatan, anggota dewan memaksa kepala daerah untuk membagi-bagikan sisa anggaran APBD untuk mereka, astaghfirullah.  120jt per orang bo’….sedangkan di daerah itu masih banyak jalan akses masyarakat yang rusak berat tidak mereka pedulikan.

Tapi ngomong-ngomong, nggak semua caleg seperti itu.  Ada juga yang berasal dari kalangan ulama dan elemen masyarakat yang memang sudah terpercaya, sukses dan amanah.  Aku udah ada calon pilihan dari partai yang bersih.  Caleg ini insyaAllah juga bersih, dan selama keanggotaannya tidak ada catatan negatif.  Ada caleg dan DPD yang insyaAllah juga dari orang-orang yang shaleh.  Semoga orang-orang terpilih nantinya mayoritas adalah orang-orang yang sholeh sholehah, yang bisa membuat bersih dewan, membawa suara rakyat dan amanah dalam bertugas.

Masih ada harapan …

Buat yang nggak terpilih dan udah kadung keluar duit banyak, sudah berhutang banyak, dan berharap banyak, bersiap untuk beristighfar setiap waktu, supaya hati tenang dan legawa,  karena kalo tidak RSJ akan siap menunggumu. pissss

“Keputihan”

12 Mar 2009 In: Joke

Suatu hari, ada 2 orang gadis sedang ngobrol, namanya Leila dan Lely. Si Leila ngobrol sambil bedakan (pakai bedak) karena mereka berdua mau pergi berdua untuk suatu urusan.
Setelah bedakan, Leila bertanya ke Lely untuk memastikan hasil bedakannya :

Leila   : Lel, keputihan gak? (sambil memajang mukanya ke Lely)
Lely    : Yaa…kadang-kadang, biasanya kalo mau mens

Xixixixi (obrolan di atas adalah kisah nyata)

Andity - Semenjak Ada Dirimu

5 Mar 2009 In: Mamamia, Songs

Another love song

Semenjak Ada Dirimu - Andity
This song is for you
you’d better listen

Oh..
Tak pnah kuduga
Semuanya berubah
Saat kau memandangku
Bergetar hati ini

Kau berikan harapan tentang oh..
Warna warni hariku

Semenjak ada dirimu
Dunia terasa indahnya
Semenjak kau ada disini
Ku mampu melupakannya

Kini aku tak sabar
Ingin hati kau untukku
Katakanlah kepadaku
Janji indah yang kutunggu

Semua kini t’lah bersinar lagi
Takkan kuingat dia

Semenjak ada dirimu
Semua terasa indahnya
Semenjak kau ada disini
Tak ingin melepaskanmu

Where are you
When i needed you
Now that i’ve found someone new

Kau berikan harapan tentang
Warna warni hariku
Warna warni hariku

Semenjak ada dirimu (say)
Dunia terasa indahnya
Semenjak kau ada disini (say)
Ku mampu melupakannya

Catatan Perjalanan

5 Mar 2009 In: Catatan, Mamamia

Waktu ke Padang minggu lalu, aku gak cari tiket terusan, tapi nyari tiket putusan dari maskapai yang berbeda.  Pas sampai Cengkareng masih ada waktu 3 jam buat nunggu borading pesawat selanjutnya.

Selama nunggu aku duduk di kursi tunggu bagasi penerbangan sebelumnya, daripada nunggu dil uar panas.  Numpang ya Mas Mbak … (dikirain mau naik travelnya Cipaganti kali…)

Lumayan deh selama nunggu itu aku seperti biasa kalo lagi sendiri menunggu sambil melakukan pengamatan lingkungan.

Kejadian pertama ada ibu-ibu sudah berumur yang didorong kursi roda, pas pas udah hampir sampai pintu dia minta turun dan berdiri, lalu jalan membawa 2 jinjingannya dengan semangat.  Lho???  Tadi maksudnya apa ya?? Tak kirain dia lumpuh atau lagi sakit, minimal lemas gitu…

jangan-jangan mau ngerjain mas petugas yang bengong ngeliatin si ibu jalan dengan sehat…bawa tentengan pula…..jangan-jangan ada acara : kena dehhhhh

Trus ada lagi nih, di depanku rombongan keluarga dari daerah timur Indonesia.  Karena banyak ya butuh cukup banyak kursi buat duduk mereka.  Kebetulan kursi paling pinggir yang duduk anak kecil usia 7-8tahun mungkin.

Tiba-tiba datang seorang bapak usia mgkn ya sektiar 35-40th an yang tambun datang sambil sibuk menelepon dan tiba-tiba duduk menggeser tempat duduk anak tadi.

Aku lihat wajah kecewa jelas terpancar di wajah anak itu, dan wajahku kayanya.  Ehhh nggak ding waktu itu aku ndomblong alias ndlongop bin melongo melihat action bapak yang tidak punya teposeliro itu.

Pak pak, item ya item, masak segede anak 8 th gitu gak kelihatan sih??? jangan menghina dong pak…

Yang ketiga, ada seorang ibu duduk di sebelahku.  Dia ibu muda yang menggendong bayinya yang masih imut dan lucu.  Aku sempat main-main dikit ama dedeknya yang kaya baru bangun tidur itu.  Nggak lama mereka pergi.

Mmmm mandiri sekali ya, bawa bayi dan perlengkapan (2 tas) bepergian jauh.  Mungkin itu yang membuat body nya cepet langsing kali ya???? Secara, bayinya masih imut gitu emaknya udah kempessss

Okdeh, habis itu aku jalan menggelinding koper ke terminal lain.  Pengen jalan aja karena masih agak lama dan shuttle bus nya barusan lewat, males kalo nunggu lagi.

Sampai di terminal tujuan, daku checkin dan merasa laper.  Akhirnya sebelum masuk ruang tunggu nyari tempat makan dulu.  Ya udah hanya ada 2 pilihan, satunya di sebelah kiri, satu lagi di kanan.  Yang di kanan kayanya menunya lebih menarik, tapi pas di depan pintunya terlihat bahwa asap rokok ngebullll banget disitu.

Ya udahlah, daku ke tempat satunya deh.  Daku makan nasi soto ayam yang gak ada rasanya itu.  Udah coba nambahin garam…belum enak.  Nambahin sambel dan jeruk nipis….belum enak juga. kecap…belum juga.  jangan-jangan lidahku yang error??? tapi kan aku laper, hrsnya makan apa aja enak dong ya….

Tapi akhirnya makan juga deh, daripada keduluan angin, kan gak lucu kalo naik pesawat dengan banyak angin di perut hehehe takut ada insiden.  Tapi….baru beberapa suap makan ada hal ajaib yang kualami.  Pertama ketemu rambut di mangkok, tapi rambut…wes lahhh banyak di warung lain yg mengalami kelalaian seperti ini. 

Tapi yang kedua nih, plastik yang ukurannya sektiar 3×15cm, gimana gak bikin mati nafsu?  jijay banget dah.  Ya udah aku tutup makannya dan plastiknya taksampirkan di pinggi mangkok, trus daku pergi

Oya sebelum pergi, aku sempet mampir ke mbak yang jawa trus bilang gini, “mbak saya pesan sotonya tadi gak pake plastik lho”. 

Si mbak bengong trus bilang gini , ” masak ada sih bu?”.

Aku bilang ,”Lihat aja sendiri”.  Sambil pergi dari depannya….hiks sabarr…..nggilani memang, di tempat makan di bandara yang harganya udah jelas muahaaalll itu….

***

Di pesawat daku dapat tempat duduk yang 2 seats, disampingku cowok abege dan diujung ada mbak-mbak yang sepanjang perjalanan ceritaaaaaa terus tentang dirinya yang kuliah di arsitektur ITB.  Ceritanya sih kayanya mau kasih masukan buat cowok itu seputar kuliah dan masa depan.  Lumayan lhoh kaya dengerin radio nonstop gitu deh….alias akagak ade matinye, betah banget ngomong terus

Pas turun, antri bagasi lumayan lama, tapi pas keluar seneng deh udah dijemput keluarga di luar.  Welcoma di Padang

Reuni di Facebook

19 Feb 2009 In: Catatan, Webstore

Walah, gara si Caca nge-mail tentang status facebooknya Adri, daku jadi pengen login deh ke FB.
Wuihhhh ada 67 friend requests
Bener-bener reuni deh nih, seneng banget ketemu orang-orang yang udah lamaaaa banegt gak ketemu, wajahnya pada beda-beda…seperti aku

Oya orang-orang yang nge-add aku dari berbagai kalangan :

  • Teman kantor Divisi
  • Teman kuliah yang sebenernya masih suka email-emailan
  • Teman kuliah yang lamaaaaa gak ketemu
  • Teman kuliah yang keluar sebelum waktunya dan gak pernah ketemu lagi setelah dia keluar
  • Teman SMA yang gak pernah ketemu setelah lulus SMA
  • Teman SMA yang masih suka ngobrol di Milis
  • Teman sekampung yang kakak kelas di SMP dan Kuliahan, tapi gak pernah ketemu
  • Teman kerjasama nangani trouble :D
  • Para kakak kelas yag banyak banget, masih pada ingat sih wajahnya hihihi…
  • Teman di Asrama Putri saat daku masih kuliah
  • Para kolega (wuiihhh gayane)
  • Para teman jauh (lokasi) yang masih lumayan ketemu koordinasi di pekerjaan
  • Teman kuliah yang sudah kerja di POS Indonesia
  • Teman kuliah yang udah jadi pejabat di Telkomsel
  • Mantan Boss di Bandung, wuih fotonya keren bo’
  • Mantan Boss Divisiku yang udah pindah loker
  • wiihhhhh asyikkk deh

Tapi masalahnya adalah, daku nengok facebook biasanya ya sekedar ngecek ada friend request apa gak (biasanya selalu ada sih :D), udah gitu close sampai berbulan-bulan hehehe.  Habis sibuk kerjaan …

Tapi kayanya karena ada yang lucu-lucu dan lama banget gak ketemu (terutama temen SMA) nanti insyaAllah mau menjalin silaturahim lagi dengan mereka

InsyaAllah..amin

Titipan Nilai

18 Feb 2009 In: Catatan

Pada suatu hari, ada seorang ibu yang membaca blog ku ini, sebut saja jeng Cipluk (nama samaran).

Dia membaca salah satu postingku tentang penilaian 360 derajat.  Yang menurutku itu suatu tulisan yang biasa saja, dan pas nulispun aku berfikir semua orang juga pasti akan berfikiran yang sama seperti itu.  Hanya saja, karena merupakan suatu pelajaran buatku (karena baru menyadarinya) jadinya aku tulis, gitu.

Si jeng  Cipluk itu, memintaku untuk memberikan penilaian tentang kasusnya (hiiiii jadi kaya pengacara sidang perkara kasus perdata).  Nggak ding, maksudnya memandang kasusnya dari sudut pandangku, dan ditulis disini, katanya sih besok mau dibaca.  Ya deh, takulas dikit tapi besok bungkusin makan siang ya bukkk

Kasus si ibu sepertinya adalah suatu bentuk miskomunikasi (lagi-lagi tentang komunikasi) juga, dimana komunikasi tidak terjalin dengan baik meskipun berada berdekatan kikikik, yang mesra knapa buk??…sehingga usulanku adalah ayo kita sering ngadain acara makan siang bersama sehingga bisa ngobrol santai siapa tau keputusasan itu (you said : aku menyerah?) akan berganti dengan harapan baru yang gemilang.  Jadi nanti makan siang dimana kita ???? Aku ikut yahhh

Satu masukan saja untukmu jeng, karena yang kutau dikau sudah jauh berpengalaman, lebih dewasa (tua?? dibanding aku tentunya :P), dan juga banyak pengalaman berorganisasi kan?? apalagi hasil assesmentnya kan cihuyyyy tuh tink tink

“Bahwa setiap tindakan pasti ada alasannya, so cari alasan itu apa, dan kau akan temukan jawabannya.  Mungkin jawaban itu adalah harapan yg akan menghapus keputusasaan”

Gitu buk…maaf kalo kurang berkenan, karena sebagai penonton aku hanya bisa berkomentar, entah apa yang terjadi sesungguhnya
kalo mau minta disensor minimal ya ke Hanamasa gitu deh (minimal lho)

Nah sekarang, daku sudah, kutunggu darimu ye, karena tentunya daku lebih banyak yang harus diperbaiki, terutama dalam pekerjaan yang gak beres-beres, dll….

kapan dilaunching nih blognya ???

Terjemah Hari Ini

Jam di Jeruk

Categories

 

August 2010
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Negri para Tamu